Suatu perusahaan hanya akan
merealisasikan tujuannya jika setiap petugasnya berkerja secara effisien
dan ada kerjasama antara petugas yang satu dengan yang lain. Salah satu
faktor yang memungkinkan ialah adanya hubungan baik antara pimpinan dan
bawahan. Cara-cara yang dilakukan badan usaha antara lain
pertemuan,berbicara melalui telepon,mengirim email,berbicara langsung,
pemberian laporan, pemberian petunjuk dan pemberian perintah. Agar
terdapat suatu hubungan yang baik maka cara-cara tersebut harus
terpelihara dengan baik.
Komunikasi secara garis besar terbagi menjadi dua,yaitu Komunikasi kedalam dan Komunikasi keluar.
Komunikasi kedalam yang dimaksud adalah
sesuai dengan tujuan kepada siapa warta itu disampaikan. Dibedakan
menjadi dua yaitu Vertikal dan Horizontal, Komunikasi Vertikal yaitu
proses penyampaian dari pihak pimpinan ke pegawai dan sebaliknya.
Masing-masing komunikasi bertujuan untuk menjamin hubungan yang baik
antara pimpinan dan bawahan dan mengkoordinasi kegiatan bawahan itu agar
tertuju kepada tujuan perusahaan. Komunikasi keatas diwujudkan dalam
bentuk penyampaian laporan-laporan.
Komunikasi keluar adalah antara pihak
atasan dengan pihak luar diwujudkan dengan telpon,berbicara langsung,
atau dengan pengiriman surat.
Proses Komunikasi :
- Komunikator (Orang yang menyampaikan pesan)
- Pesan (Isi Perintah, instruksi atau pemberitahuan lain)
- Saluran atau Channel (yang digunakan untuk menyampaikan pesan)
- Komunikan (Orang yang menerima pesan)
- Efek (Pengaruh akibat hasil komunikasi yang dilakukan komunikator terhadap komunikan)
Sebelum
membahas pengertian komunikasi organisasi sebaiknya kita uraikan
terminologi yang melekat pada konteks komunikasi organisasi, yaitu
komunikasi dan organisasi. Komunikasi berasal dari bahasa latin
“communis” atau ‘common” dalam Bahasa Inggris yang berarti sama.
Berkomunikasi berarti kita berusaha untuk mencapai kesamaan makna,
“commonness”. Atau dengan ungkapan yang lain, melalui komunikasi kita
mencoba berbagi informasi, gagasan atau sikap kita dengan partisipan
lainnya. Kendala utama dalam berkomunikasi adalah seringkali kita
mempunyai makna yang berbeda terhadap lambang yang sama.
Manusia
di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya memerlukan orang
lain dan membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi.
Hal ini merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia
terbentuk dari hasil integrasi sosial dengan sesama dalam kelompok dan
masyarakat. Di dalam kelompok/organisasi itu selalu terdapat bentuk
kepemimpinan yang merupakan masalah penting untuk kelangsungan hidup
kelompok, yang terdiri dari pemimpin dan bawahan/karyawan. Di antara
kedua belah pihak harus ada two-way-communications atau
komunikasi dua arah atau komunikasi timbal balik, untuk itu diperlukan
adanya kerja sama yang diharapkan untuk mencapai cita-cita, baik
cita-cita pribadi, maupun kelompok, untuk mencapai tujuan suatu
organisasi. Kerja sama tersebut terdiri dari berbagai maksud yang
meliputi hubungan sosial/kebudayaan. Hubungan yang terjadi merupakan
suatu proses adanya suatu keinginan masing-masing individu, untuk
memperoleh suatu hasil yang nyata dan dapat memberikan manfaat untuk
kehidupan yang berkelanjutan.
Bila
sasaran komunikasi dapat diterapkan dalam suatu organisasi baik
organisasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, maupun organisasi
perusahaan, maka sasaran yang dituju pun akan beraneka ragam, tapi
tujuan utamanya tentulah untuk mempersatukan individu-individu yang
tergabung dalam organisasi tersebut. Berdasarkan
sifat komunikasi dan jumlah komunikasi menurut Onong Uchyana Effendi,
dalam bukunya “Dimensi-Dimensi Komunikasi” hal. 50, komunikasi dapat
digolongkan ke dalam tiga kategori:
1. Komunikasi antar pribadi
Komunikasi
ini penerapannya antara pribadi/individu dalam usaha menyampaikan
informasi yang dimaksudkan untuk mencapai kesamaan pengertian, sehingga
dengan demikian dapat tercapai keinginan bersama.
2. Komunikasi kelompok
Pada
prinsipnya dalam melakukan suatu komunikasi yang ditekankan adalah
faktor kelompok, sehingga komunikasi menjadi lebih luas. Dalam usaha
menyampaikan informasi, komunikasi dalam kelompok tidak seperti
komunikasi antar pribadi.
3. Komunikasi massa
Komunikasi massa dilakukan dengan melalui alat, yaitu media massa yang meliputi cetak dan elektronik.
3.Teknik Komunikasi bisnis
1.
Mencetak
bulletin
Perusahaan dapat menerbitkan bulletin
secara teratur, yang memuat informasi tentang perusahaan, produk baru yang
sedang dikerjakan ataupun kerangka-kerangka ilmiah / berita umum yang
bermanfaat bagi masyarakat. Apabila orang membaca bulletin ini maka dia akan
ingat pada perusahaan.
2. Membuat film
dokumenter
Perusahaan dapat membuat film dokumenter, misalnya
menyangkut proses produksi kemudian disiarkan oleh televisi dalam bentuk berita
pembangunan.
3. Publicity
Pimpinan perusahaan dapat mengundang para wartawan datang
ke lokasi perusahaan, kemudian mengadakan wawancara tentang segala sesuatu
mengenai perusahaan , seperti sejarah berdirinya
perusahaan, ide yang mendorong
mengapa perusahaan ini didirikan di tempat ini, apa manfaat dari produksi ini ditinjau dari segi pembangunan bangsa, apa keunggulan
produk ini dan sebagainya. Publicity ini tidak usah
dibayar
pemuatannya dalam surat kabar karena dimuatnya dalam bentuk berita. Lain halnya
dengan iklan, ini harus d'bayar mahal karena sifat komersialnya sangat
menonjol. Di dalam publicity sifat komersial tidak terlalu menonjol.
4. Promosi
Teknik komunikasi yang paling banyak digunakan dalam
bisnis adalah apa yang tercakup dalam kegiatan promosi. Promosi berarti semua
usaha yang bertujuan meningkatkan penjualan, termasuk kedalamnya personal selling, advertising, publicity dan sales promotion. Sales
promotion berarti setiap
usaha untuk meningkatkan penjualan dalam jangka pendek seperti display, show, demontrasi, memberi hadiah-hadiah, mengadakan undian dan
sebagainya.
5.iklan sebagai media komunikasi
namun menurut Wright terdapat beberapa unsur iklan sebagai komunikasi.
1. Informasi dan Persuasi
Kata-kata
seperti informasi dan persuasi nampaknya sederhana. Namun dari dua kata
itulah terdapat ciri proses komunikasi. Informasi, to in-form artinya
memberitahu sesuatu kepada orang lain supaya merekapun tahu apa yang
dimaksudkan oleh pemberitahu.
Informasi
dalam proses komunikasi yang diwakili oleh " iklan " itu menunjukkan
adanya garis hubungan antara seseorang atau sekelompok orang atau siapa
saja yang ingin menjual produknya kepada seseorang atau sekelompok orang
atau siapa saja yang membutuhkan produk itu. Kunci periklanan justru
pada kecanggihan merumuskan informasi itu.
Persuasi
dalam proses komunikasi juga penting karena aktivitas perpindahan
informasi sebagaimana dilukiskan di atas harus mengandung daya tarik dan
menggugah suatu perasaan tertentu. Caranya hanya dengan memakai teknik
persuasi saja periklanan bisa menggoda dan meluluhkan hati konsumennya.
Karenanya maka Clyde. R. Miller menggemukakan bahwa setiap sukses dalam
bisnis tergantung pada kesanggupan menjaga sumber dan harapan. Sumber
adalah tanggung jawab pemberi pesan dan harapan adalah hasil mempersuasi
para penerima ide, gagasan, opini sekarang juga. Karenanya maka ada
pengertian lain bahwa iklan merupakan pengoperan informasi yang
terkontrol dan teridentifikasi dengan persuasi melalui media massa bisa
diterima. Ini jualah yang membuat kita harus memperhatikan unsur-unsur
berikutnya.
2. Informasi Dikontrol
Karena
informasi mengenai suatu produk tertentu disebarluaskan melalui media
massa dan bersifat terbuka maka sebelum dimasukkan ke media harus
dikontrol melalui tahap-tahap dan cara-cara tertentu. Kontrol itu bisa
meliputi isi, penggunaan waktu, ruang, tujuan khalayak sasaran. Semuanya
itu harus disepakati bersama antara pengiklan dengan media yang
dipilihnya.
3. Teridentifikasinya informasi
Ini
dimaksudkan bahwa kesungguhan informasi itu tidak hanya karena
dikontrol tetapi juga harus jelas siapa yang mempunyai informasi itu,
siapa sponsornya yang membayar media ( ruang dan waktu ). Sponsor yang
jelas inilah membedakan iklan dengan propaganda.
4. Media Komunikasi Massa
Pembedaan
iklan dengan teknik komunikasi pemasaran yang lain adalah dalam
komunikasi yang nonpersonal, jadi iklan memakai media sebagaimana telah
dijelaskan dengan menyewa ruang dan waktu.
sumber
http://anggunkasturi.blogspot.co.id/2015/02/iklan-sebagai-media-komunikasi-dunia.html
http://anggunkasturi.blogspot.co.id/2015/02/teknik-komunikasi-bisnis.html
http://dizhakatray.blogspot.co.id/2010/11/penerapan-komunikasi-pada-organisasi.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar