Pertemuan adalah (conference atau meeting)
merupakan alat/media komunikasi kelompok yang bersifat tatap muka dan sangat
penting, diselenggarakan oleh banyak organisasi, baik swasta maupun pemerintah
untuk mendapatkan mufakat melalui musyawarah untuk pengambilan
keputusan.
2. Komunikasi dalam pertemuan rapat
Didalam dunia bisnis diperlukan langkah-langkah untuk menyusun, merencanakan, mengorganisasi, kegiatan, melaksanakan kegiatan, dan mengawasi. Tetapi dalam melakukan hal tersebut tentunya diperlukan forum yang memiliki wewenang untuk menyusunnya. Dan oleh karena itu yang dibutuhkan adalah pertemuan.
Pertemuan merupakan forum yang sangat diperlukan untuk menghimpun bahan-bahan. Pertemuan-pertemuan dalam dunia usaha atau bisnis dapat dilakukan antara pimpinan dengan stafnya, tetapi juga dapat dilakukan antara staf sendiri untuk menyusun usulan atau bahkan pertemuan pleno yang diikuti oleh semua unsur yang ada.
Pertemuan-pertemuan itu diadakan dengan maksud untuk menghimpun pendapat atau untuk memperoleh kesamaan pendapat. Sehingga komunikasi yang dilakukan dalam sebuah pertemuan harus memiliki suasana bebas yang terpimpin. Bentuk pelaksanaan komunikasi dalam pertemuan dapat berupa menghimpun laporan, keluhan, saran dan juga dengar pendapat. Pertemuan yang baik akan menghasilkan kesimpulan yang baik juga.
Didalam dunia bisnis diperlukan langkah-langkah untuk menyusun, merencanakan, mengorganisasi, kegiatan, melaksanakan kegiatan, dan mengawasi. Tetapi dalam melakukan hal tersebut tentunya diperlukan forum yang memiliki wewenang untuk menyusunnya. Dan oleh karena itu yang dibutuhkan adalah pertemuan.
Pertemuan merupakan forum yang sangat diperlukan untuk menghimpun bahan-bahan. Pertemuan-pertemuan dalam dunia usaha atau bisnis dapat dilakukan antara pimpinan dengan stafnya, tetapi juga dapat dilakukan antara staf sendiri untuk menyusun usulan atau bahkan pertemuan pleno yang diikuti oleh semua unsur yang ada.
Pertemuan-pertemuan itu diadakan dengan maksud untuk menghimpun pendapat atau untuk memperoleh kesamaan pendapat. Sehingga komunikasi yang dilakukan dalam sebuah pertemuan harus memiliki suasana bebas yang terpimpin. Bentuk pelaksanaan komunikasi dalam pertemuan dapat berupa menghimpun laporan, keluhan, saran dan juga dengar pendapat. Pertemuan yang baik akan menghasilkan kesimpulan yang baik juga.
3.teknik berbicara membaca dan mendengarkan
erbicara merupakan aktifitas sehari-hari yang sangat vital bagi kesuksesan setiap orang.
Sangat Vital, karena dengan berbicara, kita dapat memotivasi orang
lain, menyampaikan ide, mendapatkan banyak penghargaan dari orang lain,
mempengaruhi orang lain, bahkan dapat melejitkan karir, menutup lebih
banyak penjualan, dan memajukan bisnis.
Banyak juga orang yang pendapatan pribadi & keluarga-nya meningkat berkat kemampuan Berbicara yang di-miliki-nya.
Namun sayangnya, hanya sedikit orang yang menguasai ilmu berbicara yang hebat: yang mampu menggugah perasaan orang, yang mampu mempengaruhi orang, dan yang mampu membuat orang merespon dan bertindak sesuai dengan pembicaraan kita.
Dalam pembicaraan dengan relasi, seringkali kita menyelipkan istilah atau kata-kata asing. Seperti: “Schedule saya sangat tight, saya mohon sebelum bertemu kita membuat appointment dulu….” Etiskah bila seorang profesional menggunakan bahasa yang seperti itu? Dari segi etis sebaiknya kita menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Alasannya, bahasa Indonesia mudah dimengerti setiap orang. Kita bisa tetap menggunakan bahasa asing, jika memang sulit mencari padanannya dalam bahasa Indonesia. Hanya sebaik-nya kita menguraikan maksudnya.
Lain halnya, jika lawan bicara kita mampu berbahasa Inggris. Maka, kita pengunakan saja bahasa itu dalam percakapan. Toh, bahasa Inggris adalah bahasa Internasional. Bahasa slank dalam percakapan sehari-hari juga bisa digunakan. Tapi sebatas untuk humor guna mencairkan suasana supaya tidak tegang.
TEKNIK BERBICARA YANG BAIK
Bicaralah ramah pada setiap orang. Perkataan/artikulasi pun harus jelas agar tidak terjadi miscommunication. Perhatikan pula pemilihan kata. Meski bertujuan baik, jika salah berkata-kata maka tujuan itu tidak akan tercapai. Lakukan kontak mata pada lawan bicara.
Saat bicara dengan atasan, usa-hakan fokus. Bicara seperlunya, Jangan ngelantur sehingga intinya malah tidak jelas. Kalau atasan memancing kita membicarakan masalah personal seorang rekan sekerja, sebagai bawa-han yang profesional sebaiknya kita berbicara diplomatis. Jangan menjelek-jelekan rekan kita.
Banyak juga orang yang pendapatan pribadi & keluarga-nya meningkat berkat kemampuan Berbicara yang di-miliki-nya.
Namun sayangnya, hanya sedikit orang yang menguasai ilmu berbicara yang hebat: yang mampu menggugah perasaan orang, yang mampu mempengaruhi orang, dan yang mampu membuat orang merespon dan bertindak sesuai dengan pembicaraan kita.
Dalam pembicaraan dengan relasi, seringkali kita menyelipkan istilah atau kata-kata asing. Seperti: “Schedule saya sangat tight, saya mohon sebelum bertemu kita membuat appointment dulu….” Etiskah bila seorang profesional menggunakan bahasa yang seperti itu? Dari segi etis sebaiknya kita menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Alasannya, bahasa Indonesia mudah dimengerti setiap orang. Kita bisa tetap menggunakan bahasa asing, jika memang sulit mencari padanannya dalam bahasa Indonesia. Hanya sebaik-nya kita menguraikan maksudnya.
Lain halnya, jika lawan bicara kita mampu berbahasa Inggris. Maka, kita pengunakan saja bahasa itu dalam percakapan. Toh, bahasa Inggris adalah bahasa Internasional. Bahasa slank dalam percakapan sehari-hari juga bisa digunakan. Tapi sebatas untuk humor guna mencairkan suasana supaya tidak tegang.
TEKNIK BERBICARA YANG BAIK
Bicaralah ramah pada setiap orang. Perkataan/artikulasi pun harus jelas agar tidak terjadi miscommunication. Perhatikan pula pemilihan kata. Meski bertujuan baik, jika salah berkata-kata maka tujuan itu tidak akan tercapai. Lakukan kontak mata pada lawan bicara.
Saat bicara dengan atasan, usa-hakan fokus. Bicara seperlunya, Jangan ngelantur sehingga intinya malah tidak jelas. Kalau atasan memancing kita membicarakan masalah personal seorang rekan sekerja, sebagai bawa-han yang profesional sebaiknya kita berbicara diplomatis. Jangan menjelek-jelekan rekan kita.
4.Menyusun pesan
Setelah tahap
perencanaan, selanjutnya ide/gagasan dituangkan dalam pesan tertulis.
Pengorganisasian dan penyusunan dokumen dimulai dari penyusunan kata-kata,
kalimat, paragraf, serta memilih ilustrasi yang akan digunakan untuk mendukung
ide/gagasan.
Tahap ini meliputi 2
(dua) kegiatan, yaitu:
·
Mengotganisasikan pesan
·
Memformulasikan pesan
sumber
http://mynewpengertianpertemuan.blogspot.co.id/
https://alhafizhahnisa.wordpress.com/2015/04/15/komunikasi-dalam-pertemuan-dan-rapat/
https://wennyocto.wordpress.com/2011/03/29/teknik-berbicara-membaca-dan-mendengarkan/
http://henrich27.blogspot.co.id/2014/04/perencanaan-pesan-bisnis.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar